Minggu, 05 September 2010

Sajak Subuh - Sapardi Djoko Damono

Sajak Subuh - Sapardi Djoko Damono

Waktu mereka membakar gubuknya awal subuh itu ia baru saja bermimpi tentang mata air. Mereka berteriak, “Jangan bermimpi!” dan ia terkejut tak mengerti.
Sejak di kota itu ia tak pernah sempat bermimpi. Ia ingin sekali melihat kembali warna hijau dan mata air, tetapi ketika untuk pertama kalinya. Ia bermimpi subuh itu, mereka membakar tempat tinggalnya.
“Jangan bermimpi!” gertak mereka.
Suara itu terpantul di bawahjembatan dan tebing-tebing sungai. Api menyulut udara lembar demi lembar, lalu meresap ke pori-pori kulitnya. Ia tak memahami perintah itu dan mereka memukulnya, “Jangan bermimpi! ”
Ia rubuh dan kembali bermimpi tentang mata air dan …..
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,

13 komentar:

  1. waduh..tuing..tuing...tuing..
    *bingung...

    BalasHapus
  2. jangan cuma bermimpi, mgkn begitu maksudnye hehehe, btw met lebaran juga ya :)

    BalasHapus
  3. attayaya dan anak smp
    datang untuk memohon maaf lahir bathin
    atas segala salah baik sengaja maupun tidak sengaja

    Taqobalallahu minna wa minkum,
    Shiyamana washiyamakum
    Taqobalallahu Yaa Kariim

    BalasHapus
  4. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H
    Minal Aidzin Walfaizin Mohon Ma'af Lahir dan Batin.

    BalasHapus
  5. Minal Aidzin Walfaizin
    Mohon Ma'ah Lahir dan Batin

    BalasHapus
  6. harus berpikiran dalam dan imajinasi yang tinggi u/ memahaminya

    BalasHapus